EVALUASI 100 HARI KEPEMIMPINAN KAPOLRI TIMUR PRADOPO

Program 100 hari Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo yang berlangsung pada periode November 2010 s/d Januari 2011 mengagendakan 2 (dua) program prioritas yang mencakup program pengungkapan dan penyelesaian kasus-kasus menonjol dan program meningkatkan pemberantasan terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat, yaitu preman, kejahatan jalanan, perjudian dan narkoba, serta kejahatan yang merugikan kekayaan negara yaitu illegal logging, illegal fishing, illegal mining, human trafficking dan korupsi.

Namun pelaksanaan kedua program prioritas 100 hari tersebut dapat dikatakan belum mencapai hasil yang diharapkan. Dalam pelaksanaan program pengungkapan dan penyelesaian kasus-kasus menonjol, masih banyak kasus-kasus menonjol yang tidak berhasil diungkap dan diselesaikan oleh Polri, seperti kasus pajak Gayus Holomoan Tambunan. Sejak kepemimpinan Kapolri Bambang Hendarso Danuri hingga saat ini, kasus Gayus belum juga dapat diungkap. Bahkan Polri dipermalukan dengan terungkapnya kasus “pelesiran Gayus ke Bali” padahal dia dalam status tahanan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Gayus juga diketahui keluar tahanan Rutan Mako Brimob untuk “pelesiran” ke Macao, Malaysia dan Singapura.

Kasus menonjol lain yang belum jelas penyelesaiannya adalah kasus “rekening gendut” sejumlah perwira tinggi Polri. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan terdapat 23 rekening milik perwira polisi yang mencurigakan dan hanya 17 rekening yang kemudian dinyatakan Polri tidak bermasalah berdasarkan penyidikan. Kasus ini kemudian ditutup oleh Kapolri Bambang Hendarso Danuri sebelum mengakhiri masa bhaktinya. Sedangkan Kapolri Timur Pradopo enggan membuka kembali kasus tersebut dengan alasan menghormati kebijakan pimpinan Polri sebelumnya.

Sedangkan program peningkatan pemberantasan terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat dan kejahatan yang merugikan kekayaan negara juga belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Berdasarkan pernyataan tokoh-tokoh lintas agama dan pemuda tanggal 10 Januari 2011, selama tahun 2010 terjadi 33 kasus penyerangan fisik atas nama agama dan 49 kasus kekerasan ormas. Bahkan dalam kasus bentrok antar ormas yang terjadi di Jelambar, Jakarta Barat, Kabag Ops Polres Jakarta Barat menjadi korban kekerasan dan mengalami luka-luka serius.

Program prioritas 100 hari yang dinilai cukup berhasil adalah program pemberantasan illegal fishing. Operasi Jaring yang digelar Polri pada tanggal 9 – 28 Desember 2010 di wilayah laut Sumut, Kepri, Kalbar, Maluku, Sulut, dan Papua berhasil mengungkap puluhan kasus pencurian ikan (illegal fishing). Tersangka yang berhasil ditangkap sebanyak 194 orang, 144 orang Vietnam, 50 orang WNI. Jumlah kapal yang ditangkap sebanyak 31 kapal, dan kerugian akibat pencurian ikan mencapai milliaran rupiah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s