Polri : Siapa Terima Uang Freeport US$14 Juta?

VIVAnews — Di tengah rentetan aksi kekerasan, dan gangguan keamanan di Papua, muncul isu yang menuding polisi menerima uang pengamanan dari PT Freeport Indonesia. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, sampai US$14 juta dolar.

Polisi mengaku sedang mengusut tudingan itu. “Kasus ini kami lakukan klarifikasi terlebih dahulu dari Freeport, Polda Papua, dan petugas di lapangan,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution.

Dia menambahkan, masalah uang miliaran itu, Polri tidak tahu siapa yang menerima. “Katanya pemerintah, pemerintah mana? Kami belum tahu makanya diselidiki. Kami klarifikasi dulu, kami siap diaudit, Kami mau transparan,” kata dia.

Soal indikasi gratifikasi, Saud minta para jurnalis menanyakan langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian juga dengan ungkapan dari Kompolnas yang minta Polri jujur soal uang itu.

“Kami kan sudah jujur, sudah transparan, kami siap diaudit,” kata dia. “Kami ingin lihat datanya dulu. Dari Freeport. Kami akan klarifikasi dulu, kita lihat data-datanya dulu. Untuk apa, kapan, kami masih menunggu laporan dari mereka. Setelah klarifikasi kami akan lihat penyimpangan-penyimpangan.”

Saud menambahkan, Polri membentuk tim khusus untuk menelusuri informasi itu. “Kalau secara umum, dibayar, itu akan dilaporkan ke Kementerian Keuangan.”

Bagaimana dengan informasi soal itu di situs Freeport? “Kalau di situs itu, nggak bisa dipertanggungjawabkan. Kita harus jelas surat resminya.”

Sebelumnya diberitakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lily Wahid mengaku mendapat informasi adanya dana yang mengalir dari PT Freeport ke aparat keamanan, Polri dan TNI. Dana itu, menurut Lily, digunakan untuk menjaga aset-aset PT Freeport karena kondisi Papua sedang memanas. Indikasi nyata dari dugaan itu, masih kata Lily, adalah penambahan pasukan Polri ke Papua.

Dikonfirmasi, pihak Freeport mengaku informasi soal itu sudah transparan disebut dalam situs Freeport. Sementara Kapolda Papua membantah ada dana sebesar itu mengalir dari Freeport.

Sumber : VIVAnews (Selasa, 1 November 2011)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s