Terima Dana Freeport, Polri Siap Salah

Kapolri Jenderal Timur Pradopo telah mengakui menerima dana pengamanan dari PT Freeport Indonesia, di Mimika, Papua.

Penerimaan dana yang diakui Freeport telah berlangsung sejak lama dan transparan, menjadi polemik, karena Polri dinilai melanggar UU No 2 tahun 2002 tentang Polri, yang menjelaskan sumber dana Polri hanya bersumber dari anggaran negara.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan, Polri siap mempertanggungjawabkan anggaran pengamanan Freeport yang diterima anggotanya.

“Yang jelas Polri siap diaudit, kita transparan, kalau ada salah kita siap tanggung jawab. Kita juga siap mengevaluasi kembali pola pengamanan kita supaya lebih baik ke depan,” kata Saud di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (2/11/2011).

PT Freeport mengakui telah memberikan dana senilai US$14 juta kepada Polri, sebagai anggaran pengamanan area pertambangan emas perusahaan asal Amerika Serikat ini, di Mimika, Papua.

Dalam situs resminya, Freeport memaparkan anggaran yang diberikan kepada Polri sebagai dukungan tambahan terdiri dari berbagai macam infrastruktur dan biaya lainnya, seperti makanan, perumahan, bahan bakar, perjalanan, perbaikan kendaraan, tunjangan anggota untuk menutupi biaya insidentil dan administrasi, dan program komunitas bantuan.

Sumber : inilah.com, 2 Nop 2011

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s